GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Imunisasi Massal MR Bangka Belitung Baru 64,9 Persen

Imunisasi Massal MR Bangka Belitung Baru 64,9 Persen

Imunisasi Massal MR Bangka Belitung Baru 64,9 Persen cakupan imunisasi MR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru mencapai 64,9 persen.Selasa, 30 Oktober 2018 15:42Bangka P…

Imunisasi Massal MR Bangka Belitung Baru 64,9 Persen

Imunisasi Massal MR Bangka Belitung Baru 64,9 Persen

cakupan imunisasi MR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru mencapai 64,9 persen.

Imunisasi Massal MR Bangka Belitung Baru 64,9 PersenBangka Pos/KrisyanidayatiKepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua hari menjelang berakhirnya imunisasi massal
Meassles Rubella (MR), cakupan imunisasi MR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung baru mencapai 64,9 persen.

Imunisasi massal akan berakhir pada 31 Oktober besok, baru dua kabupaten yang mencapai kekebalan komunitas yakni Belitung dan Belitung Timur.

Kepala Dinas Kes ehatan Babel, Mulyono Susanto memprediksikan cakupan imunisasi di Babel tidak mencapai 70 persen dari target 95 persen. Dalam waktu dua hari ini, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan cakupan.

"Sampai kemarin baru 64,9 persen, terakhir besok kami bisa optimis sekitar 65-70 persen cakupan, kita berusaha realistis dan terus berupaya," kata Mulyono kepada bangkapos.com, Selasa (30/10/2018).

Menurutnya, dalam dua hari ini petugas kesehatan lapangan terus melakukan sweeping baik ke puskemas untuk menggencarkan imunisasi.

"Kita terus berupaya misalnya datang ke puskesmas sweeping maish ada waktu. Harapannya bisa dicapai dalam dua hari ini, karena kecil kemungkinan ada penambahan waktu," ujarnya.

Ia menambahkan, jika nantinya target ini tidak tercapai akan menimbulkan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) Rubella. Apalagi Congenital rubella syndrome (CRS) sudah banyak terjadi di beberapa wilayah di Babel.

"Ada potensi KLB ketika kekebalan komunitas tidak tercapai, di kita kan sudah banyak yang CRS di Babel. Sebenarnya kita khawatir tidak tercapai kekebalan imunitas," ujarnya.

Ia mengatakan untuk anak-anak yang berusia 9 bulan, 18 bulan dan SD memang masih bisa dilakukan melalui program Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), tapi untuk yang dibawah 15 tahun ini, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mungkinkah masih dilakukan di puskesmas.

"IDL yang akan kita gencarkan dan harus optimalkan dan prioritaskan, harapan kita segala sesuatu yang terbaik untuk masyarakat. Kata sudah usaha semaksimal mungkin. Kalau yang sudah dibawah 15 tahun ita menunggu juknis dari pusat apakah masih bisa," ujarnya.

Penulis: krisyanidayati Editor: fitriadi Sumber: ban gkapos.com Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Babel

No comments